TRENDING
banner 970x250

Ekonomi Kamboja Tumbuh Stabil, Sektor Jasa dan Industri Jadi Penopang Utama

2 menit membaca View : 193
EDITOR
Ekonomi, News - 13 Jan 2026

REDAKSI BISNIS — Perekonomian Kamboja terus menunjukkan tren pertumbuhan yang relatif stabil seiring penerapan sistem ekonomi pasar terbuka.

Dalam beberapa tahun terakhir, negara Asia Tenggara tersebut mencatat kemajuan ekonomi yang ditopang oleh sektor industri, jasa, serta pariwisata, meski tantangan struktural masih membayangi.

Produk Domestik Bruto (PDB) Kamboja secara nominal diperkirakan mencapai sekitar US$49,8 miliar pada 2025, dengan pertumbuhan ekonomi diproyeksikan berada di kisaran 4 persen.

Sementara itu, PDB per kapita tercatat meningkat, meskipun masih tergolong rendah dibandingkan sejumlah negara tetangga di kawasan ASEAN.

banner 970x250

Struktur ekonomi Kamboja saat ini didominasi sektor jasa yang menyumbang hampir 42 persen terhadap PDB, disusul sektor industri sekitar 33 persen, dan pertanian sekitar 25 persen.

Industri garmen dan pariwisata masih menjadi penggerak utama pertumbuhan, sementara sektor pertanian tetap menjadi sumber mata pencaharian mayoritas penduduk pedesaan.

Dari sisi eksternal, nilai ekspor Kamboja pada 2024 diperkirakan mencapai lebih dari US$26 miliar, dengan produk utama berupa pakaian jadi, emas, alas kaki, serta barang berbahan kulit.

Amerika Serikat tercatat sebagai mitra ekspor terbesar, disusul negara-negara Eropa dan Asia.

Sementara itu, impor Kamboja mencapai sekitar US$28,5 miliar, terutama untuk produk bahan bakar minyak olahan, kendaraan, emas, serta barang konsumsi. Tiongkok menjadi mitra impor utama, diikuti Thailand, Vietnam, dan Singapura.

Investasi asing langsung (FDI) juga terus mengalir, dengan total stok investasi diperkirakan mencapai lebih dari US$55 miliar.

Pemerintah Kamboja masih memanfaatkan keunggulan upah tenaga kerja yang relatif rendah, ketersediaan tenaga kerja yang besar, serta insentif pajak untuk menarik investor asing.

Meski demikian, perekonomian Kamboja juga menghadapi sejumlah tantangan. Ketergantungan pada sektor tertentu, kesenjangan keterampilan tenaga kerja, serta terbatasnya infrastruktur di wilayah pedesaan masih menjadi pekerjaan rumah.

Selain itu, aktivitas ekonomi ilegal, termasuk kejahatan siber, dilaporkan semakin memengaruhi struktur ekonomi nasional.

Dalam jangka menengah, Kamboja berupaya memperkuat integrasi ekonomi regional dan global melalui keanggotaannya di ASEAN dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Pemerintah menargetkan pertumbuhan yang lebih inklusif dengan memperkuat pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong diversifikasi sektor ekonomi guna menjaga keberlanjutan pembangunan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xbanner 970x250
xbanner 970x250
CLOSE ADS