Elon Musk kembali “gila” dengan menghadirkan fitur Cashtag X, memungkinkan pengguna platform X untuk melakukan trading kripto secara langsung dari timeline. Langkah agresif ini membuat pasar kripto semakin dinamis dan terintegrasi dengan media sosial. (Karikatur: ©redaksibisnis.com)REDAKSI BISNIS, AS — Platform media sosial X (dahulu Twitter) secara resmi meluncurkan fitur “Cashtag” yang memungkinkan pengguna memantau grafik harga hingga melakukan transaksi perdagangan (trading) aset kripto langsung dari linimasa. Inovasi yang diinisiasi oleh Elon Musk ini menandai babak baru transformasi X menjadi “Everything App” yang mengintegrasikan media sosial dengan sistem keuangan global, Rabu (15/4/2026).
Melalui fitur ini, pengguna cukup mengetikkan simbol mata uang kripto yang diawali dengan tanda dolar (misalnya $BTC atau $ETH) di kolom pencarian atau cuitan. Secara otomatis, X akan menampilkan grafik harga real-time yang terintegrasi dengan platform perdagangan pihak ketiga. Langkah strategis ini bertujuan untuk memudahkan jutaan komunitas kripto di X dalam mengambil keputusan investasi tanpa harus berpindah aplikasi, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi digital di dalam platform tersebut.
Elon Musk sejak lama memang berambisi menjadikan X sebagai pusat aktivitas finansial penggunanya. Peluncuran Cashtag ini diprediksi akan meningkatkan volume perdagangan aset digital secara signifikan karena aksesibilitas yang jauh lebih mudah bagi investor ritel. “Ini adalah awal dari era baru di mana informasi dan transaksi finansial menyatu dalam satu aliran informasi yang cepat,” ungkap analis teknologi dalam laporan yang dilansir dari Blockchainmedia hari ini.
Secara bisnis, langkah X ini menjadi tantangan serius bagi platform bursa kripto konvensional. Dengan basis pengguna aktif yang sangat besar, X berpotensi mendominasi gerbang masuk utama (entry point) bagi investor baru di dunia kripto. Namun, para pakar keamanan siber mengingatkan pengguna untuk tetap waspada terhadap potensi penipuan atau cuitan manipulatif yang sering terjadi di media sosial, mengingat integrasi fitur trading ini membuat risiko transaksi menjadi lebih instan dan langsung. (MER)


Tidak ada komentar