TRENDING
banner 970x250

Jepang Genjot Energi Terbarukan dan Subsidi Bersih Senilai US$1,3 Miliar sebagai Akselerator Transisi Energi 2026

2 menit membaca View : 112
EDITOR
Ekonomi, News - 10 Jan 2026

REDAKSI BISNIS,Tokyo/Jepang — Pemerintah Jepang mempercepat transisi menuju energi bersih pada tahun fiskal 2026 melalui paket subsidi senilai US$1,3 miliar dan anggaran nasional yang didorong untuk mendukung penggunaan energi terbarukan serta de-karbonisasi industri strategis.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi Green Transformation (GX) untuk mengurangi ketergantungan negara terhadap bahan bakar fosil dan memperkuat daya saing ekonomi hijau di tengah tantangan global perubahan iklim.

Program subsidi sebesar sekitar 210 miliar yen (sekitar US$1,34 miliar) akan diluncurkan mulai 2026 untuk memberi insentif kepada perusahaan yang sepenuhnya beralih menggunakan listrik bersih atau decarbonised power, termasuk sektor manufaktur dan kawasan industri.

Skema ini juga tersedia untuk operator pusat data yang memenuhi kriteria penggunaan energi bersih penuh, dengan dukungan hingga 50% dari biaya investasi modal (CAPEX) yang diperlukan.

banner 970x250

Langkah ini mengikuti persetujuan anggaran nasional Jepang 2026 senilai sekitar JP¥122,31 triliun (sekitar US$780 miliar) yang memberi fokus signifikan pada proyek energi terbarukan, teknologi bersih, serta ketahanan rantai pasok energi domestik.

Sebagian alokasi meningkatkan dukungan untuk penelitian dan pengembangan energi ramah lingkungan serta infrastruktur energi masa depan.

Di sektor teknologi inovatif, Jepang juga mencatat perkembangan penting di bidang hidrogen.

Kawasaki Heavy Industries menandatangani kontrak untuk membangun kapal pengangkut hidrogen cair terbesar di dunia, langkah yang dianggap krusial bagi kelancaran rantai pasok hidrogen skala global dan memperkuat posisi negara ini sebagai pemain utama dalam teknologi energi hidrogen.

Meski demikian, transisi energi di Jepang menghadapi dinamika yang rumit.

Pemerintah tengah mempertimbangkan ketentuan baru untuk proyek solar besar, termasuk penguatan regulasi lingkungan dan penyesuaian dukungan finansial guna menjaga keseimbangan antara pengembangan energi terbarukan dan pelestarian lanskap alam.

Fokus transisi juga mencakup arah jangka panjang: Jepang menargetkan penggunaan energi terbarukan mencapai hingga 50% dari total pasokan listrik pada tahun 2040 sebagai bagian dari rencana dasar energi nasionalnya.

Namun, negara ini tetap mempertahankan peran energi nuklir dalam mix energi sebagai penopang stabilitas pasokan listrik yang rendah emisi.

Para analis menilai bahwa kombinasi kebijakan subsidi, investasi strategis, dan inovasi teknologi terbarukan akan memperkuat daya tarik Jepang bagi investor global sekaligus mempercepat laju de-karbonisasi sektor industri dan utilitas di negara itu pada tahun-tahun mendatang. (ED)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xbanner 970x250
xbanner 970x250
CLOSE ADS