
Jakarta, 1 November 2025 – Bisnis di sektor olahraga dan gaya hidup aktif tengah mengalami pertumbuhan pesat di Indonesia.
Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kebugaran menjadi pendorong utama tumbuhnya pasar perlengkapan olahraga, apparel, serta berbagai layanan yang berkaitan dengan aktivitas fisik dan rekreasi.
Menurut laporan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) dalam “Indeks Pembangunan Olahraga 2024”, nilai agregat industri olahraga nasional mencapai sekitar Rp 39,45 triliun. Angka tersebut menunjukkan kontribusi signifikan sektor olahraga terhadap ekonomi nasional dan membuka peluang investasi baru di bidang industri sport. (Sumber: kemenpora.go.id)
Lembaga riset IMARC Group mencatat bahwa pasar pakaian olahraga (sportswear) di Indonesia mencapai USD 2,557,83 juta pada tahun 2024 dan diperkirakan akan tumbuh hingga USD 3,553,32 juta pada tahun 2033 dengan tingkat pertumbuhan tahunan 3,72 persen.

Pertumbuhan ini didorong oleh tren urbanisasi, meningkatnya daya beli masyarakat kelas menengah, serta gaya hidup aktif yang mulai diadopsi masyarakat Indonesia, khususnya kalangan muda. (Sumber: imarcgroup.com)
Selain itu, laporan dari Ken Research mengungkap bahwa pasar peralatan olahraga dan perlengkapan outdoor di Indonesia kini bernilai sekitar USD 7,2 miliar.
Kenaikan ini dipicu oleh tren olahraga rumah (home workout), meningkatnya aktivitas luar ruangan, serta dukungan pemerintah dalam membangun fasilitas olahraga publik yang lebih luas. (Sumber: kenresearch.com)
Bagi pelaku usaha, peluang bisnis terbuka lebar di berbagai lini. Produsen apparel lokal maupun internasional dapat memanfaatkan tren fashion-sport yang kini banyak diminati.
Retail dan e-commerce juga bisa memperluas pasar ke wilayah semi-urban yang mulai aktif berolahraga.
Selain itu, layanan pendukung seperti pelatih pribadi (personal trainer), gym membership, dan event olahraga komunitas juga menjadi sumber pendapatan baru yang potensial.
Namun demikian, tantangan tetap ada. Laporan global dari McKinsey & Company menyebutkan bahwa industri sporting goods secara global akan tumbuh sekitar 6 persen per tahun hingga 2029, namun diiringi tekanan margin dan ketidakpastian rantai pasok.
Di Indonesia, persaingan ketat antar merek, biaya impor bahan baku, serta perubahan cepat tren konsumen menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh para pelaku usaha. (Sumber: mckinsey.com)
Dengan meningkatnya minat terhadap gaya hidup sehat dan aktif, bisnis olahraga di Indonesia masih memiliki prospek cerah untuk beberapa tahun ke depan.
Kombinasi antara inovasi produk, strategi digital marketing, dan komitmen terhadap kualitas akan menjadi kunci sukses dalam menghadapi dinamika pasar yang semakin kompetitif.
Sumber:
Kemenpora – “Indeks Pembangunan Olahraga 2024” (kemenpora.go.id)
IMARC Group – “Indonesia Sports wear Market Size and Growth Report 2025–2033” (imarcgroup.com)
Ken Research – “Indonesia Sports Equipment and Outdoor Gear Market” (kenresearch.com)
McKinsey & Company – “Sporting Goods 2025: The New Balancing Act” (mckinsey.com)

Tidak ada komentar