Foto : CNN IndonesiaJakarta, 4 November 2025 — Neraca perdagangan Indonesia pada September 2025 mencatat surplus sebesar US$4,34 miliar, turun dibanding bulan sebelumnya yang mencapai US$4,79 miliar.
Meskipun demikian, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor dan impor sama-sama meningkat, mencerminkan aktivitas ekonomi yang mulai bergairah.
Ekspor Indonesia tercatat tumbuh 11,41 persen secara tahunan (yoy) menjadi US$24,68 miliar, melampaui perkiraan analis sebesar 7,7 persen.
Sementara itu, impor naik 7,17 persen yoy menjadi US$20,34 miliar, jauh di atas ekspektasi 1 persen.

Analis ekonomi menilai peningkatan impor yang cukup tinggi menjadi sinyal bahwa permintaan domestik dan aktivitas industri sedang meningkat.
Namun, kondisi ini juga berpotensi mempersempit surplus perdagangan jika ekspor tidak tumbuh lebih cepat.
Lonjakan impor bahan baku dan barang modal menunjukkan sektor industri mulai pulih. Tapi ke depan, pemerintah perlu menjaga agar ekspor tetap kompetitif, kata ekonom dari LPEM UI, Febrio Nathan Kacaribu, Selasa (4/11).
Menurutnya, komoditas andalan seperti batu bara, minyak sawit, dan produk manufaktur masih menjadi penopang ekspor utama Indonesia, namun tantangan harga global dan permintaan dari Tiongkok perlu diantisipasi. (Diolah dari beberapa sumber)

Tidak ada komentar