Foto : Kabarbursa.comREDAKSI BISNIS, Jakarta — Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuabi, menilai disiplin fiskal pemerintah menjadi faktor utama yang menopang ketahanan ekonomi nasional pada tahun 2025.
Ia menyebut arah kebijakan fiskal yang dijalankan saat ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah terhadap stabilitas makro dan pengelolaan anggaran yang berkelanjutan.
Ibrahim menjelaskan bahwa pemerintah berhasil menjaga defisit anggaran tetap terkendali di kisaran 2,7 persen dari produk domestik bruto (PDB). Selain itu, rasio utang publik yang dipertahankan di bawah 40 persen dari PDB dinilai sebagai bukti kuat bahwa kebijakan fiskal Indonesia masih berada di jalur yang aman dan terukur.
Menurutnya, strategi fiskal yang hati-hati memberikan sinyal positif bagi kalangan dunia usaha dan investor internasional.

“Stabilitas makro, kedisiplinan dalam pengelolaan anggaran, serta kredibilitas pemerintah dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan menjadi modal penting bagi ekonomi Indonesia,” ujarnya.
Dari sisi moneter, inflasi inti pada 2025 diperkirakan bergerak di rentang 2,5 sampai 3,2 persen, sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia yang dinilai konsisten menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi.
Di pasar valuta asing, rupiah sempat menunjukkan penguatan dan ditutup pada posisi Rp16.707 per dolar AS, Meski demikian, Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah masih akan berfluktuasi dengan rentang perdagangan Rp16.700–Rp16.740 dalam waktu dekat.
Ibrahim menegaskan bahwa disiplin fiskal, jika terus dijaga, akan tetap menjadi pilar penting dalam menghadapi dinamika ekonomi global sepanjang 2025. (Red)

Tidak ada komentar