Foto : Negara LaosREDAKSI BISNIS, Vientiane — Platform komunitas startup global F6S merilis daftar tujuh perusahaan dan startup teratas di Laos pada Januari 2026.
Laporan ini menyoroti pertumbuhan ekosistem kewirausahaan di negara tersebut, meski Laos masih tergolong sebagai salah satu negara dengan tingkat popularitas startup yang relatif rendah secara global.
Berdasarkan data F6S, Laos saat ini menempati peringkat ke-166 dunia sebagai negara tujuan pendirian startup dan berada di posisi ke-25 di kawasan Asia.
Kendati demikian, sejumlah perusahaan rintisan di sektor teknologi finansial, transportasi, pertanian, hingga pendidikan dinilai menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan.

Salah satu startup yang disorot adalah Fina Fintech, penyedia layanan keuangan digital yang berdiri pada 2023.
Perusahaan ini menyediakan layanan simpanan, pinjaman, pembayaran, dan transfer dana melalui agen serta aplikasi digital untuk memperluas inklusi keuangan di Laos.
Hingga kini, Fina Fintech telah menghimpun pendanaan sebesar 1,5 juta dolar AS.
Startup lainnya, LOCA Company Limited, hadir sebagai solusi transportasi perkotaan di Vientiane sejak 2018.
Melalui aplikasi digital, LOCA menawarkan layanan transportasi dengan sistem tarif transparan dan perlindungan asuransi.
Perusahaan ini juga mengembangkan sejumlah lini bisnis lain, termasuk iklan bergerak, pembayaran lintas negara, serta jaringan pengisian kendaraan listrik.
Di sektor keuangan inklusif, LTS Ventures berfokus pada pengembangan bank desa dan penyediaan platform micro banking untuk wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses internet dan listrik. Startup ini berdiri pada 2019 dan mendapat dukungan dari lembaga internasional, termasuk GIZ.
Sementara itu, UPLAO Agricultural Promotion Company mengembangkan perkebunan kopi organik berbasis agroforestri di wilayah utara Laos.
Didirikan pada 2017, perusahaan ini bekerja sama dengan komunitas lokal dan kelompok etnis untuk menciptakan mata pencaharian berkelanjutan melalui pertanian kopi berkualitas tinggi.
Di bidang teknologi pendidikan, MBX Robotics mengembangkan robot edukasi yang dirancang khusus untuk pelajar Laos. Robot ini dibuat oleh insinyur lokal dan dilengkapi materi pembelajaran berbahasa Lao untuk tingkat pendidikan menengah.
Startup lain yang masuk dalam daftar adalah Cofarm, perusahaan berbasis teknologi yang mengelola rantai pasok pertanian dan menghubungkan petani langsung dengan pelaku usaha restoran, serta Startnovation, platform pengembangan kepemimpinan dan kewirausahaan bagi generasi muda Laos.
F6S menilai kehadiran startup-startup tersebut mencerminkan tumbuhnya inovasi lintas sektor di Laos, sekaligus menunjukkan peluang pengembangan ekosistem startup yang lebih inklusif dan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

Tidak ada komentar