TRENDING
banner 970x250

Pengamat Ekonomi: Konsumsi Domestik dan Industri Pengolahan Jadi Penopang Pertumbuhan Nasional

2 menit membaca View : 57
EDITOR
Bisnis, Ekonomi - 12 Feb 2026

Jakarta, REDAKSI BISNIS — Kamis, 12 Februari 2026, Perekonomian Indonesia dinilai tetap stabil meski menghadapi tantangan tekanan eksternal berkat peran kuat dari konsumsi domestik dan sektor industri.

Pendapat ini disampaikan oleh Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik, Dr. Riefky Ananda, dalam wawancara eksklusif bersama Redaksi Bisnis, hari ini.

Dr. Riefky menyoroti data terbaru yang menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2025, dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), meskipun sejumlah indikator global menunjukkan perlambatan.

Sektor industri pengolahan juga terus memperlihatkan peran penting dalam struktur ekonomi domestik, memperkuat fondasi produksi nasional di tengah tekanan global.

banner 970x250

“Daya tahan konsumsi domestik yang tinggi serta penguatan sektor industri menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia bukan hanya mampu mempertahankan momentum pertumbuhan, tetapi juga memperkuat basis produksinya di tengah gejolak global,” ujar Riefky.

Ia mengatakan, konsumsi domestik tetap menjadi jangkar utama perekonomian karena permintaan masyarakat yang kuat terhadap barang dan jasa.

Pemerintah juga dinilai berhasil menjaga stabilitas makro melalui kebijakan fiskal yang hati-hati serta dukungan terhadap sektor riil termasuk UMKM.

Sementara itu, data yang dirilis Kompas.com turut menyoroti bahwa industri pengolahan kembali menjadi kontributor terbesar terhadap PDB nasional sepanjang 2025, menunjukkan bahwa sektor manufaktur tetap menjadi tulang punggung ekonomi dalam hal nilai tambah dan kontribusi terhadap pertumbuhan.

Dr. Riefky menambahkan bahwa dunia usaha perlu terus memperkuat efisiensi operasional, memperluas pasar, serta meningkatkan adopsi teknologi untuk tetap kompetitif.

Kepastian regulasi dan sinergi antara pemerintah, bank sentral, dan pelaku usaha juga menjadi faktor kunci dalam menarik investasi dan menjaga kepercayaan pasar sepanjang 2026.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xbanner 970x250
xbanner 970x250
CLOSE ADS