TRENDING
banner 970x250

Akselerasi Sektor Riil! UMP Dampingi UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi dan Standardisasi Produk

2 menit membaca View : 36
EDITOR
Bisnis, News - 04 Apr 2026

REDAKSI BISNIS, Purwokerto — Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) resmi meluncurkan rangkaian program pendampingan intensif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna mendorong peningkatan skala bisnis di wilayah Jawa Tengah, Sabtu (4/4). Inisiatif ini difokuskan pada penguatan daya saing produk lokal melalui integrasi sistem digital dan standardisasi kualitas industri.

Program pendampingan ini melibatkan tenaga ahli lintas disiplin dari fakultas ekonomi dan teknologi informasi guna membedah hambatan klasik UMKM, mulai dari legalitas usaha hingga akses perbankan. Hingga saat ini, puluhan unit usaha mikro di Purwokerto dan sekitarnya telah terdaftar dalam ekosistem binaan yang mencakup pelatihan manajemen keuangan dan strategi pemasaran digital berbasis data.

Salah satu pencapaian konkret dari sinergi ini adalah keberhasilan UMKM binaan dalam mengadopsi sistem pembayaran nontunai (QRIS) dan marketplace secara menyeluruh, yang berdampak pada peningkatan transparansi laporan keuangan sebesar 30% dalam satu kuartal terakhir. Hal ini menjadi syarat mutlak bagi UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan yang lebih besar dari lembaga keuangan formal.

“Kami tidak hanya memberikan teori, tapi langsung masuk ke dapur produksi pelaku usaha. Targetnya adalah memastikan produk lokal memiliki standar kualitas yang konsisten agar bisa masuk ke jaringan ritel modern dan rantai pasok industri,” ungkap koordinator program pengabdian masyarakat UMP dalam keterangan resminya.

banner 970x250

Selain pendampingan teknis, program ini juga memfasilitasi pengurusan sertifikasi halal dan izin P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga) secara kolektif. Langkah ini bertujuan untuk memangkas birokrasi yang sering kali menjadi penghalang utama bagi pengusaha kecil untuk memperluas jangkauan pasar mereka ke tingkat nasional.

Keberlanjutan ekonomi daerah sangat bergantung pada ketangguhan sektor UMKM sebagai penyerap tenaga kerja terbesar. Intervensi akademisi seperti yang dilakukan UMP menjadi jembatan krusial untuk menutup celah kompetensi (skill gap) antara pelaku usaha tradisional dengan tuntutan pasar digital yang serba cepat di tahun 2026.

(MER)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xbanner 970x250
xbanner 970x250
CLOSE ADS