Foto : Ilustrasi REDAKSI BISNIS — Pemerintah Kesultanan Brunei Darussalam menargetkan lebih dari 400 ribu kunjungan wisatawan mancanegara melalui jalur udara pada tahun 2026.
Target tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan pendapatan sektor pariwisata hingga BND300 juta pada keterangannya 11/01/2026.
Proyeksi tersebut disampaikan Penjabat Direktur Departemen Pengembangan Pariwisata Kementerian Sumber Daya Primer dan Pariwisata (MPRT) Brunei Darussalam, Salinah Mohd Salleh, dalam acara penyerahan penghargaan Standar Pariwisata ASEAN kepada sejumlah pelaku industri pariwisata Brunei.
Salinah menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, pemerintah Brunei terus memperkuat kolaborasi dengan mitra lama maupun baru, sekaligus membuka pasar wisata baru melalui pengembangan produk dan paket perjalanan yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

“Upaya ini dilakukan dengan menghadirkan produk wisata yang memiliki nilai tambah serta meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan,” ujarnya, dikutip dari laporan media regional.
Penghargaan Standar Pariwisata ASEAN tersebut diberikan bertepatan dengan penyelenggaraan ASEAN Tourism Forum (ATF) 2024 yang berlangsung di Vientiane, Laos, pada 26 Januari lalu, dengan mengusung tema Quality and Responsible Tourism, Sustaining ASEAN Future.
Sekretaris Tetap MPRT Brunei, Tutiaty Abdul Wahab, hadir sebagai tamu kehormatan dalam agenda tersebut.
Salinah juga mengungkapkan, salah satu langkah strategis yang telah dilakukan adalah penyelenggaraan Lokakarya Peningkatan Penyedia Jasa Pariwisata (Tourism Service Providers/TSP) yang pertama kali digelar sejak Februari 2025.
Program ini bertujuan memperkuat kualitas produk, membangun kepercayaan pasar, serta membekali pelaku wisata dengan sumber daya untuk meningkatkan daya saing layanan mereka.
“Dalam satu tahun terakhir, kami melihat adanya peningkatan signifikan pada kualitas layanan dan produk peserta program,” katanya.
Ia menegaskan, meskipun merupakan langkah awal, program tersebut dinilai krusial untuk memastikan sektor pariwisata Brunei tumbuh secara berkelanjutan dan mampu memberikan pengalaman wisata yang berkualitas, aman, serta berkesan bagi pengunjung.
Sejumlah destinasi dan fasilitas wisata Brunei turut meraih pengakuan internasional. Empire Brunei tercatat sebagai satu-satunya penerima Standar Tempat MICE ASEAN untuk kategori tempat pameran tipe 1 dan ruang pertemuan.
Sementara itu, Radisson Hotel Brunei Darussalam dan An-Naura Hall Kompleks Yayasan Sultan Haji Hassanal Bolkiah menerima penghargaan dalam kategori ruang pertemuan.
Radisson Hotel Brunei Darussalam juga dianugerahi ASEAN Green Hotel Standard, sedangkan Kuala Belait ditetapkan sebagai penerima ASEAN Clean Tourist City Standard. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian ATF 2024 di Laos.
Di sektor pariwisata berkelanjutan, Freme Rainforest Lodge memperoleh pengakuan ASEAN untuk kategori wisata gastronomi pedesaan.
Selain itu, lima pelaku usaha wisata—Eco Ponies Garden, Labi Coffee Farm, Lamin Warisan, Mori Farm, dan Roda Impian Cruise—menerima sertifikat partisipasi Program Peningkatan Penyedia Jasa Pariwisata 2023.
Salinah menambahkan, Standar Pariwisata ASEAN disusun dengan mengadopsi berbagai standar internasional, nasional, serta praktik terbaik di kawasan, guna menciptakan parameter bersama yang dapat mendorong ASEAN menjadi destinasi pariwisata kelas dunia.
“Pengakuan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga tolok ukur kualitas yang ingin dicapai industri pariwisata ASEAN di tengah persaingan global,” pungkasnya. (KL)

Tidak ada komentar