
REDAKSI BISNIS | MERAUKE — Potensi ikan lele dan ikan gabus toraja (gastor) di Salor Indah, Kabupaten Merauke, mulai diarahkan menjadi komoditas bernilai tambah. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 15 IPB University bidang Perikanan Budidaya memperkenalkan pengolahan kedua jenis ikan tersebut menjadi abon sebagai salah satu alternatif pengembangan usaha masyarakat.
Pelatihan yang digelar bersama kelompok PKK Salor Indah pada 22 September 2026 itu tidak hanya berfokus pada teknik pengolahan pangan, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan bahan baku lokal untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan pemasaran ikan dalam kondisi segar.
Lele merupakan salah satu komoditas yang dibudidayakan masyarakat Salor. Sementara gastor relatif mudah ditemukan di wilayah tersebut dengan harga jual yang cenderung rendah.
Kondisi itu menjadi peluang untuk mengubah komoditas yang bernilai ekonomi terbatas menjadi produk olahan dengan potensi pasar yang lebih luas.

Dalam pelatihan tersebut, TEP 15 memperkenalkan formulasi abon lele dan gastor menggunakan bumbu serta rempah untuk menghasilkan cita rasa khas.
Pengolahan dilakukan dengan teknik sangrai sehingga penggunaan minyak goreng dapat ditekan. Produk juga dikembangkan tanpa tambahan MSG atau micin.
Anggota TEP 15 IPB University, Henry Kasmanhadi Saputra, mengatakan pengolahan pascapanen penting agar masyarakat memiliki alternatif dalam meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan.
“Harapannya masyarakat tidak hanya mampu membudidayakan lele, tetapi juga dapat melihat peluang dari hasil perikanan setelah panen. Gastor yang melimpah juga bisa dimanfaatkan menjadi produk olahan yang lebih menarik dan memiliki nilai tambah,” ujar Henry.
Dari sisi pengembangan usaha, produk abon tersebut masih memiliki ruang untuk dikembangkan melalui pembenahan kemasan, ukuran produk, perhitungan biaya produksi, penentuan harga jual, standar kualitas, hingga strategi pemasaran.
Penguatan aspek tersebut menjadi penting apabila produk akan diarahkan sebagai oleh-oleh khas Salor Indah maupun dipasarkan ke wilayah lain di Kabupaten Merauke.
TEP 15 juga melihat peluang pemasaran melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Merauke.
Penjajakan pasar tersebut menjadi salah satu opsi untuk memperluas akses pemasaran sekaligus mendorong produk olahan berbasis perikanan lokal masuk ke rantai ekonomi yang lebih luas.
Pengembangan abon lele dan gastor menunjukkan bahwa potensi ekonomi masyarakat tidak hanya berasal dari peningkatan produksi, tetapi juga dari kemampuan mengolah, mengemas dan memasarkan hasil produksi.
Jika dikembangkan secara berkelanjutan, inovasi tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan usaha berbasis sumber daya lokal di Salor Indah.

Tidak ada komentar