Foto : Peta Dunia Papua NuginieREDAKSI BISNIS — Kinerja perdagangan luar negeri Papua Nugini mencatat capaian positif pada kuartal II 2025. Nilai ekspor negara tersebut meningkat signifikan menjadi 16.778,10 juta kina (PGK), naik dari 14.519,40 juta PGK pada kuartal sebelumnya.
Berdasarkan data indikator ekonomi terbaru, capaian tersebut sekaligus menjadi level ekspor tertinggi Papua Nugini sejak pencatatan kuartalan dimulai pada 1997. Secara historis, rata-rata nilai ekspor Papua Nugini berada di kisaran 5.212,79 juta PGK dalam periode 1997–2025.
Lonjakan ekspor turut memperkuat neraca perdagangan Papua Nugini yang pada Juni 2025 tercatat surplus sebesar 12.665,70 juta PGK.
Selain itu, transaksi berjalan juga menunjukkan kinerja solid dengan surplus 9.457,20 juta PGK pada periode yang sama.

Arus modal masuk tercatat mencapai 10.148,90 juta PGK, mencerminkan masih kuatnya pergerakan dana lintas batas.
Namun demikian, penanaman modal asing (foreign direct investment/FDI) tercatat negatif sebesar minus 2.027,10 juta PGK, menandakan masih adanya tekanan pada aliran investasi jangka panjang.
Di sisi lain, nilai impor Papua Nugini pada Juni 2025 berada di angka 4.112,40 juta PGK, jauh lebih rendah dibandingkan ekspor, sehingga menopang surplus perdagangan yang lebar.
Struktur ekspor Papua Nugini masih sangat bergantung pada komoditas, yang menyumbang lebih dari 90 persen total ekspor nasional.
Komoditas utama yang diekspor antara lain emas, minyak bumi, tembaga, kopi, kakao, minyak nabati, produk perikanan, dan kayu.
Sementara itu, mitra dagang utama Papua Nugini meliputi Australia, Jepang, Belanda, Jerman, Tiongkok, Korea Selatan, Filipina, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat.
Pencapaian ekspor ini mencerminkan masih kuatnya permintaan global terhadap komoditas unggulan Papua Nugini, meskipun tantangan struktural seperti fluktuasi harga komoditas, investasi asing, dan ketergantungan pada sektor primer tetap menjadi perhatian dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi ke depan.

Tidak ada komentar