banner 970x250

Tim 11 Ekspedisi Patriot IPB Kenalkan Strategi Digital untuk Buka Peluang Bisnis Produk Lokal Urumb

3 menit membaca View : 33
EDITOR
Ekonomi, Lifestyle, Nasional, News - 28 Sep 2026

REDAKSIBISNIS.COM | MERAUKE — Potensi produk lokal di Merauke, Papua Selatan, mulai diarahkan untuk memiliki nilai ekonomi lebih melalui pemanfaatan teknologi digital.

Tim 11 Ekspedisi Patriot IPB University memberikan pelatihan kepada siswa SMAN Plus Urumb mengenai promosi digital, desain Canva dan Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari pengenalan dasar kewirausahaan berbasis teknologi.

Pelatihan bertema “Dari Produk Lokal Jadi Konten Digital” tersebut tidak hanya membahas cara membuat konten, tetapi juga memperkenalkan bagaimana sebuah produk dapat dikenalkan kepada calon konsumen melalui kanal digital.

Pendekatan ini membuka wawasan siswa bahwa produk lokal memiliki peluang pasar apabila dikemas dengan informasi, visual dan strategi komunikasi yang sesuai.

banner 970x250

Sagu menjadi salah satu komoditas yang digunakan sebagai contoh dalam pelatihan. Tim 11 mengajak siswa melihat potensi bahan lokal tersebut dari sisi produk dan pemasaran.

Salah satu contoh yang digunakan adalah cookies sagu, yang kemudian dijadikan objek latihan untuk menyusun informasi mengenai produk, keunggulan, harga dan cara pemesanan.

Dari perspektif bisnis, kemampuan memperkenalkan produk menjadi bagian penting dalam membangun pasar.

Produk yang dihasilkan masyarakat membutuhkan informasi yang mudah dipahami konsumen agar dapat meningkatkan perhatian, membangun ketertarikan dan membuka peluang transaksi.

Siswa juga diperkenalkan dengan sejumlah platform digital seperti WhatsApp, Instagram, TikTok dan Facebook.

Kanal tersebut dapat menjadi sarana promosi dengan biaya relatif terjangkau, terutama bagi pelaku usaha lokal yang sedang membangun pasar dan memperluas jangkauan konsumen.

Untuk mendukung kemampuan pemasaran visual, Tim 11 memberikan pelatihan Canva.

Peserta mempraktikkan pembuatan poster dan materi promosi dengan mengatur foto produk, teks serta elemen visual. Keterampilan tersebut dapat menjadi modal dasar bagi generasi muda untuk membantu kegiatan promosi usaha di lingkungan mereka.

Sementara itu, AI diperkenalkan sebagai alat bantu dalam proses pengembangan ide bisnis dan pemasaran.

Siswa mempelajari penggunaan AI untuk mencari alternatif nama produk, slogan, caption media sosial hingga konsep konten video.

Tim 11 menekankan bahwa pemanfaatan AI tetap membutuhkan kontrol manusia.

Informasi yang dihasilkan teknologi harus diperiksa dan disesuaikan dengan kondisi produk agar materi promosi tidak menyampaikan informasi yang keliru.

Kepala SMAN Plus Urumb menyampaikan apresiasi terhadap pelatihan tersebut.

Ia berharap keterampilan yang diberikan dapat menjadi bekal siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi sekaligus membuka wawasan mengenai peluang di masa depan.

“Terima kasih banyak telah membagi ilmu kepada siswa-siswi kami di sekolah ini. Semoga ilmu yang diberikan dapat menjadi bekal untuk mereka ke depannya,” ujarnya.

Dari sisi pengembangan ekonomi lokal, pengenalan pemasaran digital kepada pelajar dapat menjadi langkah awal untuk membangun literasi kewirausahaan.

Generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga dapat memahami cara memanfaatkannya untuk memperkenalkan produk dan mengembangkan aktivitas ekonomi di daerah.

Tim 11 berharap siswa dapat melihat potensi yang tersedia di sekitar mereka sebagai sumber ide usaha dan kreativitas.

Produk lokal, kemampuan desain, media sosial dan teknologi AI dapat dipadukan untuk membangun cara baru dalam memperkenalkan produk Papua Selatan ke pasar yang lebih luas. (LA)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xbanner 970x250
xbanner 970x250
CLOSE ADS