
REDAKSI BISNIS | MERAUKE — Potensi perikanan lokal di Salor, Kabupaten Merauke, mulai dikembangkan menjadi peluang usaha melalui produk olahan GassLe.
Produk yang mengusung abon ikan gastor dan lele tersebut diarahkan untuk memperluas nilai ekonomi hasil perikanan sekaligus membuka akses pasar di berbagai wilayah Papua.
Pengembangan GassLe memperlihatkan upaya mengubah komoditas ikan yang selama ini dapat dipasarkan dalam bentuk segar menjadi produk olahan dengan nilai tambah.
Pendekatan hilirisasi tersebut menjadi penting karena produk olahan memiliki peluang untuk dipasarkan melalui berbagai kanal, mulai dari toko oleh-oleh hingga jaringan UMKM dan kegiatan pameran.

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 15 IPB University bersama masyarakat Salor melakukan pendampingan dalam proses pengolahan.
Dua jenis ikan, yakni gastor dan lele, dikembangkan menjadi abon dengan formulasi bumbu yang disesuaikan dengan karakter produk.
Proses sangrai juga diterapkan untuk meminimalkan penggunaan minyak dalam pengolahan.
Dari sisi bisnis, pengembangan GassLe tidak hanya berhenti pada produksi. Tahapan berikutnya mencakup penguatan kemasan, konsistensi kualitas, pengembangan jaringan distribusi dan perluasan akses konsumen.
Langkah tersebut menjadi bagian penting agar produk lokal dapat berkembang dari skala rumah tangga menuju usaha yang memiliki pasar berkelanjutan.
Saluran pemasaran GassLe mulai diarahkan ke toko oleh-oleh, pusat produk UMKM, pameran serta jaringan pemasaran lainnya.
Jika dikembangkan secara konsisten, jaringan tersebut dapat mempertemukan produk masyarakat Salor dengan konsumen di luar Merauke.
Pengolahan ikan menjadi produk bernilai tambah juga berpotensi menciptakan rantai ekonomi baru di tingkat lokal. Aktivitas tersebut mencakup penyediaan bahan baku, produksi, pengemasan, pemasaran hingga distribusi yang dapat melibatkan lebih banyak pelaku usaha masyarakat.
GassLe pada akhirnya diarahkan bukan sekadar menjadi produk abon, tetapi menjadi contoh hilirisasi komoditas perikanan lokal Salor.
Dengan penguatan produksi dan pemasaran, produk berbahan gastor dan lele tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu produk UMKM yang membawa identitas Salor ke pasar yang lebih luas di Papua.

Tidak ada komentar