
REDAKSI BISNIS | MERAUKE — Pengembangan budidaya ikan lele di Kampung Salor, Kabupaten Merauke, mulai diarahkan pada penguatan efisiensi usaha melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 15 IPB University bidang Perikanan Budidaya memperkenalkan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai salah satu alternatif pakan kepada masyarakat Salor.
Kegiatan pelatihan yang berlangsung pada 21 September 2026 tersebut memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan budidaya lele sekaligus aspek pendukung usaha perikanan.
Masyarakat mendapatkan materi mulai dari persiapan kolam, pemilihan dan penebaran benih, manajemen pakan, pengelolaan kualitas air hingga pemeliharaan ikan.

Dalam perspektif bisnis, pengelolaan pakan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga efisiensi kegiatan budidaya.
Melalui pengenalan maggot, masyarakat Salor mendapatkan alternatif pengetahuan mengenai sumber pakan yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar.
Maggot BSF juga diperkenalkan dalam konteks pemanfaatan sumber daya organik.
Pendekatan tersebut dapat memberikan nilai tambah apabila dikelola secara tepat, karena kegiatan budidaya tidak hanya berfokus pada produksi ikan, tetapi juga mempertimbangkan ketersediaan dan pengelolaan input produksi.
Pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi dan praktik langsung. Peserta diajak memahami tahapan budidaya secara lebih aplikatif sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kegiatan perikanan secara mandiri.
Ketua Tim TEP 15 IPB University, Dr. Eng. Henry Kasmahadi S., S.Pi., M.Si., IPU, ASEAN Eng., mengatakan pendampingan dilakukan agar masyarakat memahami proses produksi ikan secara menyeluruh, termasuk pengelolaan pakan dan pemeliharaan.
“Harapannya masyarakat tidak hanya mengetahui cara memelihara ikan lele, tetapi juga memahami bagaimana mengelola pakan dan pemeliharaan secara lebih efektif. Pemanfaatan maggot menjadi salah satu alternatif yang dapat dikembangkan sesuai dengan potensi dan kondisi masyarakat Salor,” ujarnya.
Pengenalan budidaya lele berbasis pemanfaatan maggot tersebut diharapkan dapat memperluas pengetahuan masyarakat mengenai peluang pengembangan usaha perikanan.
Pengelolaan produksi, pakan dan sumber daya lokal menjadi sejumlah aspek yang dapat dipertimbangkan dalam membangun kegiatan ekonomi berbasis perikanan di Salor.
TEP 15 IPB University melalui kegiatan tersebut mendorong agar pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan sesuai kondisi setempat. Pengembangan usaha tetap membutuhkan pengelolaan teknis dan ekonomi yang tepat, termasuk dalam aspek produksi, pakan, pemeliharaan dan pemasaran hasil budidaya. (Red)

Tidak ada komentar